Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam sistem donasi online dan filantropi Islam. Digitalisasi memungkinkan proses pengumpulan dan distribusi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan. Teknologi seperti blockchain semakin dilirik oleh lembaga amil zakat karena mampu memastikan setiap transaksi tercatat secara aman, tidak dapat dimanipulasi.
Zakat Digital merupakan mekanisme pembayaran zakat yang dilakukan secara online melalui platform digital, baik dalam bentuk transfer bank, dompet digital. Sistem ini memungkinkan muzakki (pemberi zakat) untuk menunaikan kewajiban zakatnya dengan lebih praktis, cepat, dan efesien. Dalam ekosistem berbasis blockchain, zakat yang dibayarkan akan dicatat dalam sistem terdesentralisasi, sehingga setiap transaksi dapat dipantau dan diaudit secara real-time.
Hukum Membayar Zakat Secara Online
Pembayaran zakat secara online memiliki keabsahan yang sama dengan pembayaran zakat secara langsung yang disertai jabat tangan dengan amil. Hal yang paling penting adalah adanya niat dari muzakki (pembayar zakat) serta tersalurkannya dana tersebut kepada mustahik (penerima zakat).
Dalam kitab Fiqh Az-Zakat, Syaikh Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan bahwa, seorang muzakki tetap dianggap sah menunaikan zakat meskipun tidak secara eksplisit menyatakan kepada penerima bahwa dana yang diserahkan merupakan zakat. Oleh karena itu, penyaluran zakat secara online melalui lembaga amil zakat tetap valid dan diperbolehkan.
Pembayaran zakat secara online memberikan kemudahan bagi umat muslim, sehingga mereka dapat menunaikan kewajiban zakat secara tepat waktu tanpa harus menundanya. Kemudahan ini sejalan dengan firman Allah Swt:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Baca juga: Donasi Online Berbasis Blockchain
Tata Cara Bayar Zakat Online
Berikut adalah panduan pembayaran zakat secara online yang mudah, praktis. Proses ini tetap mengikuti ketentuan syariat Islam dalam pelaksanaan zakat.
1.Pahami Jenis Zakat yang Harus Dibayar
Sebelum membayar zakat secara online, pastikan kamu memahami jenis zakat yang akan dibayarkan. Secara umum, zakat terbagi menjadi:
- Zakat Fitrah: Dibayarkan pada bulan Ramadan sebelum Idul Fitri.
- Zakat Maal: Meliputi zakat penghasilan, emas/perak, perdagangan, pertanian, dan lain-lain.
Mengetahui nilai zakat yang harus dikeluarkan penting bagi setiap muslim agar kewajiban ini dapat ditunaikan dengan benar sesuai syariat.
2.Mengetahui Nilai Zakat yang Dikeluarkan
Secara umum, zakat penghasilan atau zakat maal dikenakan sebesar 2,5% dari total harta yang telah memenuhi batas nisab. Begitupun dengan nisab zakat fitrah sebesar satu sha’ atau setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram beras, dan wajib dikeluarkan selama bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Dengan perhitungan yang benar, zakat dapat tersalurkan kepada yang berhak, sehingga tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat.
3.Memilih Website penyalur Zakat Digital Terpercaya
Memilih website penerima dan penyalur zakat digital yang terpercaya sangat penting untuk memastikan dana zakat disalurkan dengan tepat dan transparan. Salah satunya bisa melalui platform berbagi.bmh.or.id dari LAZ Baitul Maal Hidayatullah yang merupakan salah satu lembaga filantropi yang telah berizin resmi dan berkomitmen dalam penerimaan serta penyaluran zakat dengan transparansi tinggi. Tentunya sudah menggunakan teknologi blockchain dalam sistem pegelolaannya, LAZ BMH memastikan setiap transaksi tercatat dengan aman, tidak dapat diubah, dan dapat diakses melalu blockchian explorer.
Dengan memilih platform yang aman dan terpercaya, muzaki dapat menunaikan zakat dengan tenang dan memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada yang berhak.
4.Melafalkan Niat Berzakat di Dalam Hati
Sebelum menunaikan zakat, sangat dianjurkan untuk melafalkan niat di dalam hati. Meskipun pembayaran dilakukan secara online, niat tetap menjadi bagian penting dalam ibadah ini, karena menunjukkan kesungguhan dan kesadaran dalam menunaikan kewajiban.
Sebagai contoh, berikut adalah bacaan niat untuk zakat fitrah:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri fardu karena Allah Ta'ala.”
5.Mentransfer Dana untuk Zakat
Setelah menentukan besaran zakat dan niat, langkah selanjutnya adalah mentransfer dana zakat melalui platform yang akan kamu pilih.Proses transfer dana untuk zakat kini semakin mudah berkat berbagai metode pembayaran yang tersedia, seperti transfer bank, e-wallet, kartu kredit, dan QRIS. Sehingga memudahkan muzaki dalam menunaikan kewajibannya dengan lebih praktis, efisien, dan aman.
Pastikan memilih platform pembayaran yang terpercaya serta sesuai dengan lembaga zakat yang dituju agar dana yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai ketentuan syariah.
6.Memastikan Data dan Dana Zakat Telah Sesuai
Langkah terakhir, pastikann data dan dana zakat telah sesuai sangat penting agar zakat yang dikeluarkan tepat jumlah dan tersalurkan dengan benar. Verifikasi data pribadi, nominal zakat, serta tujuan penyaluran perlu dilakukan sebelum melakukan transaksi, terutama dalam sistem zakat digital. Dengan demikian, muzaki dapat berzakat dengan aman, tanpa khawatir terjadi kesalahan atau penyalahgunaan dana.
Baca juga: Transformasi Metode Donasi dari Tradisional ke Online
Keuntungan Membayar Zakat secara Online
1.Praktis dan Mudah
Zakat digital memungkinkan muzaki menunaikan zakat kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor lembaga zakat. Dengan hanya beberapa klik melalui website atau platform terkait, proses pembayaran zakat menjadi lebih cepat dan efisien.
2.Transparansi dan Akuntabilitas
Lembaga zakat terpercaya menggunakan sistem digital yang mencatat dana zakat dengan jelas dan memungkinkan muzaki untuk memantaunya. Teknologi blockchain mencatat setiap transaksi zakat secara permanen dan dapat diakses oleh publik, memastikan bahwa dana dikelola dan disalurkan secara transparan. Muzaki dapat melacak distribusi zakat mereka secara real-time.
3.Jangkauan Lebih Luas
Melalui sistem digital, zakat dapat disalurkan kepada penerima manfaat di berbagai daerah tanpa terbatas oleh jarak atau lokasi. Lembaga zakat juga dapat mengelola dan menyalurkan dana dengan lebih efisien, memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kesimpulan:
Berzakat secara online dengan teknologi blockchain menghadirkan solusi yang lebih praktis, aman, dan transparan bagi muzaki dalam menunaikan kewajibannya. Dengan sistem ledger terdesentralisasi, setiap transaksi zakat tercatat secara permanen dalam smart contract, sehingga tidak dapat diubah dan dapat diverifikasi oleh publik.
Hal ini meningkatkan akuntabilitas serta mencegah penyalahgunaan dana. Selain itu, pembayaran zakat menjadi lebih efisien dengan proses yang cepat dan tanpa perantara.
Dengan berbagai keunggulan ini, penerapan blockchain dalam zakat digital menjadi inovasi yang memastikan penyaluran zakat lebih tepat sasaran, sesuai syariah, dan terpercaya.
Yuk, pahami lebih lanjut mengenai blockchain di sini!
Referensi:
- https://baznas.go.id/artikel-show/Ini-Ketentuan-dan-Hukum-Bayar-Zakat-secara-Online/204#:
- https://www.tempo.co/digital/tata-cara-lengkap-bayar-zakat-online-dan-keuntungannya-1217746