Dalam bahasa Indonesia, blockchain berarti rantai blok. Secara sederhana, blockchain adalah kumpulan blok data yang terus bertambah, di mana setiap blok terhubung satu sama lain melalui kode unik yang disebut hash dari blok sebelumnya.
Blockchain secara sederhana adalah sistem untuk menyimpan data transaksi digital secara permanen. Setiap transaksi dicatat dalam blok-blok data yang saling terhubung dan disimpan dalam sebuah database publik bernama ledger atau buku besar terdistribusi. Buku besar ini bersifat terdesentralisasi, artinya salinannya tersebar di banyak komputer (node) dalam jaringan peer-to-peer, sehingga setiap node memiliki versi yang sama dari catatan transaksi.
Teknologi blockchain berpotensi membawa perubahan besar dalam ekosistem filantropi digital, karena mampu mengelola serta menyalurkan donasi khususnya donasi online secara lebih aman dan transparan.
Tantangan dalam Sistem Donasi Tradisional
Sistem donasi tradisional masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu masalah utama adalah kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana. Banyak donatur yang ragu apakah sumbangan mereka benar-benar digunakan sesuai tujuan atau tidak.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, kini hadir sistem donasi yang memudahkan orang untuk bisa berdonasi kapanpun dan dimanapun melalui platform donasi online. Donasi online ini semakin diminati karena memberikan kemudahan bagi individu maupun organisasi untuk menyalurkan bantuan dengan cepat. Berkat perkembangan teknologi, proses donasi kini bisa dilakukan dalam hitungan menit melalui berbagai platform, seperti transfer bank atau e-wallet.
Baca juga: Memahami Blockchain Explorer untuk Transparansi Donasi Online
Keuntungan Menggunakan Blockchain untuk Donasi
Teknologi blockchain membawa banyak manfaat dalam ekosistem filantropi digital khususnya dalam penyaluran donasi online. Dengan sistem yang transparan, aman, dan efisien, blockchain dapat meningkatkan kepercayaan dan efektivitas dalam penyaluran bantuan. Berikut adalah beberapa keuntungan utama menggunakan blockchain dalam donasi online:
1.Transparansi dan Akuntabilitas
Setiap transaksi donasi online yang menggunakan teknologi blockchain akan tercatat dalam jaringan terdesentralisasi yang bersifat transparan dan immutable (tidak dapat diubah). Dengan sistem ini, aliran dana dapat dipantau secara real-time oleh publik melalui blockchain explorer.
2.Mengurangi Perantara dan Biaya Transaksi
Dalam sistem donasi tradisional, dana sering melewati berbagai perantara, seperti bank atau lembaga keuangan, yang dapat menyebabkan biaya tambahan dan keterlambatan dalam pencairan. Dengan blockchain, donasi dapat langsung dikirim ke penerima tanpa melalui pihak ketiga, sehingga mengurangi biaya transaksi dan memastikan dana sampai lebih cepat.
3.Meningkatkan Kepercayaan Donatur
Banyak donatur merasa ragu untuk berdonasi karena kurangnya transparansi dalam penggunaan dana. Dengan blockchain, mereka dapat melihat langsung ke mana dana mereka dikirim dan bagaimana penggunaannya, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap donasi online.
4.Donasi Tanpa Batasan Geografis
Salah satu tantangan dalam donasi khususnya untuk lintas negara adalah perbedaan mata uang dan regulasi keuangan di berbagai negara. Dengan blockchain, donatur dapat memberikan bantuan menggunakan cryptocurrency tanpa harus melalui konversi mata uang yang mahal atau proses perbankan yang rumit.
Cara Kerja Donasi Online Berbasis Blockchain
Teknologi blockchain menghadirkan inovasi dalam dunia donasi online dengan sistem yang lebih transparan, aman, dan efisien. Dengan sistem terdesentralisasi, setiap transaksi donasi dapat dilacak secara real-time tanpa perlu perantara pihak ketiga.
Berikut adalah cara kerja donasi online berbasis blockchain:
1.Donatur Mengirim Dana dalam Bentuk Digital
Donatur memilih platform donasi yang sudah terintegrasi dengan sistem blockchain. Ada beberapa lembaga amil zakat yang sudah terintegrasi dengan sistem blockchain dalam sistem tata kelola donasi onlinenya, salah satunya seperti paltform berbagi.bmh.or.id dan donasi.tamasa.id. Platform ini sudah bekerja sama dengan ibantu.co yang merupakan mitra teknologi Web3.0 Blockchain. Nantiya, donatur bisa langsung berdonasi melalui dompet digital tanpa perlu melalui bank atau lembaga keuangan sebagai perantara.
2.Transaksi Dicatat di Blockchain Secara Permanen
Setelah dana dikirim, transaksi akan dicatat dalam jaringan blockchain yang bersifat desentralisasi dan immutable (tidak dapat diubah). Setiap transaksi akan tercatat dalam jaringan blockchain yang bersifat publik dan tidak dapat diubah. Memastikan bahwa semua aliran dana dapat dipantau oleh siapa saja, sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan.
3. Smart Contract Memproses dan Mendistribusikan Dana
Smart contract adalah program berbasis blockchain yang secara otomatis menyalurkan dana ke penerima sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah transaksi dikonfirmasi, dana akan langsung diterima oleh penerima melalui dompet digital mereka. Teknologi smart contract digunakan untuk mengotomatiskan proses donas online.
4. Donatur Dapat Melacak Donasi Online
Salah satu keunggulan utama blockchain adalah transparansi. Semua transaksi yang telah dicatat dalam jaringan blockchain dapat diakses oleh siapa saaja melalui blockchain explorer. Sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap lembaga filantropi digital terkait.
Baca juga: Tiga Macam Implementasi Blockchain Untuk Filantropi Digital
Masa Depan Donasi Online Berbasis Blockchain
Teknologi blockchain membawa potensi besar untuk mentransformasi sistem donasi online dan mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam ekosistem filantropi digital di Indonesia. Dengan memanfaatkan blockchain, penggalang dana dapat menjalankan kampanye secara langsung tanpa perantara, menghemat biaya, serta memperkuat kepercayaan melalui transparansi. Keamanan yang ditawarkan juga membantu mencegah praktik penipuan dan penyalahgunaan dana.
Di masa depan, penggunaan blockchain, khususnya dalam donasi online diperkirakan akan semakin meluas. Platform-platform dalam filantropi digital akan memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan proses penggalangan dana yang lebih aman, transparan, dan efisien bagi individu serta lembaga.
Salah atau lembaga fiantropi yang sudah menerapkan blockchain ialah LAZ Baitul Maal Hidayatullah dan mencatatkan sejarah sebagai platform filantropi digital pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi blockchain dalam sistem donasi onlinenya. Melalui penerapan blockchain, BMH menghadirkan solusi inovatif dan menghilangkan kebutuhan perantara dalam proses distribusi dana, sehingga lebih efisien dan mengurangi potensi penyalahgunaan dana.
Dengan teknologi ini, setiap transaksi donasi online dapat tercatat secara transparan dan tidak dapat diubah (immutable) dalam jaringan blockchain, memungkinkan donatur untuk memverifikasi langsung aliran dana mereka.
Yuk, pahami lebih lanjut mengenai blockchain di sini!
Referensi:
https://natih.net/manfaat-blockchain-untuk-donasi-digital/