Skip to Content

Teknologi Blockchain dalam Sistem Distribusi ZIS-DSKL

ZIS-DSKL (Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya) adalah bentuk filantropi Islam yang bertujuan membantu kesejahteraan umat melalui distribusi kekayaan yang lebih merata. Zakat merupakan kewajiban bagi Muslim yang mampu untuk menyisihkan sebagian hartanya kepada mustahik, sedangkan Infak dan Sedekah adalah bentuk pemberian sukarela yang tidak terikat aturan tertentu dalam porsi dan jumlahnya. Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) mencakup berbagai bentuk bantuan seperti wakaf, hibah, dan donasi sosial lainnya. Dengan berkembangnya teknologi, kini pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL semakin mudah lewat sistem donasi online, memungkinkan masyarakat berkontribusi secara cepat dan transparan.

Penerapan donasi online dalam pengelolaan ZIS-DSKL memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi distribusi dana. Melalui platform digital dan teknologi seperti blockchain, setiap transaksi tercatat dengan jelas dan dapat diaudit secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan donatur terhadap lembaga pengelola zakat.  Dengan berkembangnya teknologi, digitalisasi dan blockchain dapat meningkatkan efisiensi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana ini.


Sebelum membahas lebih jauh mengenai penerapan teknologi blockchain dalam lembaga amil zakat, penting untuk memahami tiga aspek fundamental yang menjadi keunggulan utama dari teknologi blockchain, yaitu desentralisasi, keamanan, dan transparansi dalam pengelolaan zakat pada lembaga filantropi digital.

1.Desentralisasi

Blockchain beroperasi dalam jaringan terdistribusi, yang berarti tidak ada satu pihak atau otoritas tunggal yang mengendalikan sistem. Dalam konteks pengelolaan ZIS-DSKL, desentralisasi memungkinkan donasi online dan distribusi dana berjalan lebih efisien tanpa bergantung pada perantara.

2.Keamanan

Blockchain menggunakan teknologi kriptografi canggih dan mekanisme konsensus seperti Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS) untuk memastikan bahwa data dalam sistem tidak dapat diubah atau dimanipulasi. Setiap transaksi dicatat dalam blok yang terhubung satu sama lain dan dilindungi dengan sistem enkripsi yang kuat.

3.Transparansi

Salah satu keunggulan utama blockchain lainnya adalah keterbukaan dalam pencatatan transaksi. Semua data yang tersimpan di blockchain dapat diakses oleh publik secara real-time, sehingga donatur dapat dengan mudah memantau bagaimana dana mereka digunakan. Transparansi ini membantu meningkatkan akuntabilitas lembaga pengelola zakat dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem donasi online berbasis blockchain.

Baca juga: Cara Praktis Berzakat Secara Online Dengan Sistem Blockchain



Tantangan dalam Penerapan Blockchian di Lembaga Amail Zakat

Tantangan dalam Penerapan Blockchian di Lembaga Amil Zakat

Pengelolaan ZIS-DSKL (Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya) dengan sistem blockchain menawarkan transparansi dan efisiensi, tetapi juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah minimnya pemahaman dan adopsi teknologi blockchain di kalangan lembaga amil zakat. Banyak institusi pengelola zakat masih menggunakan metode konvensional, sehingga diperlukan edukasi serta pelatihan untuk memahami bagaimana teknologi ini bekerja.

Tantangan lainnya adalah regulasi dan kepatuhan hukum terkait penggunaan blockchain dalam sistem donasi online. Sebagai sistem yang bersifat desentralisasi, blockchain sering kali belum sepenuhnya diakomodasi dalam regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga keuangan, serta penyedia teknologi guna membangun ekosistem blockchain yang dapat mendukung pengelolaan ZIS-DSKL secara aman, transparan, dan sesuai aturan.



Manfaat Blockchain dalam Pengelolaan Zakat

Manfaat Blockchain dalam Pengelolaan Zakat

Integrasi teknologi blockchain dalam sistem zakat menawarkan berbagai manfaat signifikan, yang dirasakan oleh lembaga zakat dan masyarakat umum. Beberapa manfaat utamanya adalah:

1Meningkatkan Transparansi

Blockchain memungkinkan setiap transaksi yang terkait dengan ZIS-DSKL tercatat dalam buku besar digital atau distributed ledger technology  yang terbuka dan tidak dapat diubah. Hal ini memastikan bahwa semua transaksi dapat diaudit oleh publik, sehingga mengurangi risiko manipulasi data atau penyalahgunaan dana.

2.Membangun Kepercayaan Masyarakat

Dengan blockchain, donatur dapat melihat secara langsung bagaimana dan ke mana dana mereka digunakan, tanpa harus bergantung pada laporan dari pihak pengelola. Transparansi ini meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat dalam berdonasi, sehingga akan banyak orang yang berpartisipasi dalam donasi online berbasis blockchain.

3.Mengurangi Biaya Operasional

Dengan blockchain, proses pengelolaan ZIS-DSKL menjadi lebih efisien karena transaksi dapat dilakukan secara langsung tanpa perantara. Hal ini mengurangi biaya administrasi, transfer, serta kebutuhan tenaga kerja manual dalam pencatatan dan verifikasi data. Selain itu, otomatisasi dengan smart contract juga memungkinkan distribusi dana berjalan lebih cepat dan hemat biaya, sehingga lebih banyak dana dapat dialokasikan langsung untuk membantu penerima manfaat.

Penggunaan Teknologi blockchain dalam pengelolaan ZIS-DSKL tidak hanya meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas, tetapi juga membuka peluang baru dalam sistem filantropi digital yang lebih modern, aman, dan tepat sasaran.

Baca juga: Donasi Online Berbasis Blockchain


Cara Kerja Blockchain dalam Pengelolaan ZIS-DSKL

Penerimaan Dana

  • Muzakki (donatur) mengonversi donasinya ke dalam bentuk crypto coins yang kemudian diubah menjadi stable coins untuk mengurangi volatilitas.
  • Dana ini masuk ke dalam blockchain wallet milik lembaga amil zakat, sehingga pencatatan transaksi menjadi transparan dan dapat diaudit.

Penyaluran Dana

  • Lembaga amil zakat mendistribusikan dana dalam bentuk stable coins kepada mustahik (penerima zakat).
  • Mustahik dapat mengonversi stable coins ke mata uang fiat melalui off-ramp (Crypto-Fiat), dan menerima notifikasi via SMS mengenai dana yang diterima.

Tata Kelola Dana

  • Blockchain mencatat seluruh transaksi mulai dari penerimaan hingga penyaluran dana dalam bentuk token penerimaan dan token penyaluran.
  • Notifikasi berbasis blockchain dikirimkan kepada muzakki dan mustahik melalui WhatsApp atau email untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Referensi:


Mengenal Tiga Layer dalam Teknologi Blockchain